<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-612557380805271864</id><updated>2011-07-30T18:39:23.493-07:00</updated><title type='text'>celotehan eca</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ecamuti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/612557380805271864/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ecamuti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>celotehan anak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06140663926761149738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_HRtMFgppc4Y/TLuE0y3ZhBI/AAAAAAAAAAg/DGUS_DsOywM/S220/2_728503757m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-612557380805271864.post-2279276263675964969</id><published>2010-10-17T01:04:00.000-07:00</published><updated>2010-10-17T01:04:19.893-07:00</updated><title type='text'>Etik Profesi Kedokteran</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida sans', verdana, arial; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk&amp;nbsp;&lt;i&gt;Code of Hammurabi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&lt;i&gt;Code of Hittites&lt;/i&gt;, yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain, yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam, tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap, atau semacam&amp;nbsp;&lt;i&gt;code of conduct&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bagi dokter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida sans', verdana, arial; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum, kewajiban terhadap pasien, kewajiban terhadap sesama dan kewajiban terhadap diri sendiri. Selanjutnya, Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional.&lt;a href="http://members17.freewebs.com/MembersB/createParagraph.jsp?token=4538bb4c943073f910951ed5c4c&amp;amp;pageID=45085172#_ftn1" name="_ftnref1" style="color: #1b7aa2; text-decoration: none;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida sans', verdana, arial; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Selain Kode Etik Profesi di atas, praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-prinsip moral kedokteran, prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak, arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (&lt;i&gt;clinical ethics&lt;/i&gt;) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida sans', verdana, arial; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter, seperti&amp;nbsp;&lt;i&gt;autonomy (&lt;/i&gt;menghormati hak pasien, terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya&lt;i&gt;), beneficence (&lt;/i&gt;melakukan tindakan untuk kebaikan pasien&lt;i&gt;), non maleficence&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;justice (&lt;/i&gt;bersikap adil dan jujur&lt;i&gt;)&lt;/i&gt;, serta sikap&amp;nbsp;&lt;i&gt;altruisme (&lt;/i&gt;pengabdian profesi&lt;i&gt;)&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida sans', verdana, arial; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;Pendidikan etik kedokteran, yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran, dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran, dengan memberikan lebih ke arah&amp;nbsp;&lt;i&gt;tools&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam membuat keputusan etik, memberikan banyak latihan, dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (&lt;i&gt;clinical ethics&lt;/i&gt;), sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang, terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida sans', verdana, arial; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi, yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat, wilayah dan cabang, serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat, wilayah dan cabang. Selain itu, di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya, yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #666666; font-family: 'lucida sans unicode', 'lucida sans', verdana, arial; font-size: 12px; line-height: 20px; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Arial; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pada dasarnya, suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar “hanya” akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin profesi, dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/612557380805271864-2279276263675964969?l=ecamuti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ecamuti.blogspot.com/feeds/2279276263675964969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ecamuti.blogspot.com/2010/10/etik-profesi-kedokteran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/612557380805271864/posts/default/2279276263675964969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/612557380805271864/posts/default/2279276263675964969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ecamuti.blogspot.com/2010/10/etik-profesi-kedokteran.html' title='Etik Profesi Kedokteran'/><author><name>celotehan anak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06140663926761149738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_HRtMFgppc4Y/TLuE0y3ZhBI/AAAAAAAAAAg/DGUS_DsOywM/S220/2_728503757m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
